Salah satu masalah yang sering dirasakan oleh guru dan tenaga pengajar lainnya adalah kesulitan saat membuat soal. Hal ini karena banyak orang masih belum tahu bagaimana cara membuat soal yang baik dan berkualitas sesuai dengan kurikulum di sekolah.
Jika Bapak/Ibu termasuk orang yang kesulitan saat membuatnya, maka tidak perlu khawatir karena caranya dipelajari di sini. Bapak/Ibu bisa mempelajari langkah penting saat membuat soal dengan cepat dan mudah tanpa melupakan kualitasnya di bawah ini!
Cara Membuat Soal yang Baik dan Berkualitas
Khusus untuk Bapak/Ibu yang masih merasa kesulitan tentang bagaimana cara menyusun soal yang baik dan benar, berikut adalah langkah-langkahnya!
1. Tentukan Indikator Penilaian
Langkah membuat soal yang pertama adalah menentukan indikator penilaian. Hal ini sangat penting karena Bapak/Ibu harus tahu dulu apa yang dinilai, apakah kemampuan siswa untuk menganalisis suatu topik, memahami suatu materi, dan lain-lain.
Untuk menentukan indikator penilaian, Bapak/Ibu bisa merujuk pada kompetensi dasar. Pada umumnya, guru dan tenaga pengajar lain akan menyusun kompetensi dasar di awal semester. Jadi, tinggal lihat mana kompetensi yang harus para siswa penuhi.
Hal ini karena salah satu tujuan utama ujian adalah untuk mengukur kompetensi siswa. Sebagai guru atau tenaga pengajar, Bapak/Ibu harus tahu apakah siswa tersebut sudah menguasai materi sesuai standar kompetensi atau belum. Caranya dengan ujian.
Karena itu, pastikan indikator penilaiannya tepat agar hasil pengukuran kompetensi siswa bisa lebih akurat selama ujian.
2. Buat Kisi-Kisi Soal
Ketika menulis atau mengerjakan sesuatu, prosesnya akan lebih mudah jika Bapak/Ibu membuat kerangka terlebih dulu. Hal ini juga berlaku dalam proses pembuatan soal. Cara membuat soal dan jawabannya akan lebih mudah jika punya kerangka.
Pada umumnya, kerangka tersebut akan berbentuk kisi-kisi. Fungsinya adalah sebagai kerangka dan panduan untuk menyusun soal. Cara menulis kisi-kisi pun tidak sulit, tinggal kumpulkan informasi tentang materi apa yang sudah Bapak/Ibu ajarkan di kelas.
Supaya memudahkan proses penulisan kisi-kisi, Bapak/Ibu bisa mengumpulkan materi pengajaran dari pertemuan pertama hingga yang terakhir secara berurutan. Selain materi, cantumkan juga kompetensi dasar dan capaian pembelajaran sebagai tujuannya.
3. Tentukan Tingkat Kognitif Soal
Ketika mengerjakan soal ujian, Bapak/Ibu pasti bisa merasakan jika soal-soal tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Hal ini karena tingkat kognitif soal yang sangat variatif, dari yang mudah (LOTS) hingga yang sulit (HOTS) untuk siswa kerjakan.
Penting untuk Bapak/Ibu catat bahwa langkah menyusun soal HOTS akan berbeda dengan soal LOTS. Karena itu, Bapak/Ibu harus menentukan dulu tingkat kognitif soalnya, apakah akan memakai soal HOTS, LOTS, atau malah campuran di antara keduanya.
Sebagai tips, Bapak/Ibu bisa menyesuaikan tingkat kognitif soal dengan kedalaman materi. Untuk materi dasar, Bapak/Ibu bisa menggunakan soal-soal dengan tingkat kognitif dasar. Sedangkan untuk materi yang lebih mendalam, bisa gunakan model soal HOTS.
4. Tentukan Bentuk Soal
Pada dasarnya, ada banyak pilihan bentuk soal yang mungkin untuk Bapak/Ibu pilih. Karena itu, pastikan dulu Bapak/Ibu akan menggunakan bentuk yang mana ketika menyusun soal, apakah essay, pilihan ganda, benar vs salah, logika, dan lain sebagainya.
Hal ini karena cara membuat soal pilihan ganda agak sedikit berbeda dengan cara membuat soal pilihan essay dan bentuk lain. Langkah awalnya mungkin akan sama, namun Bapak/Ibu butuh pendekatan yang berbeda saat menyusun soal dan kunci jawaban.
5. Buat Soal
Jika semuanya sudah siap, maka langkah selanjutnya harus Bapak/Ibu lakukan adalah membuat soal. Agar prosesnya terasa semakin mudah, jangan lupa untuk mengacu pada kisi-kisi. Kisi-kisi yang sudah Bapak/Ibu buat bisa jadi panduan saat membuat soal.
Lalu, jangan lupa untuk menyesuaikan soal dengan indikator penilaian, tingkat kognitif soal, hingga bentuk soal yang tadi sudah Bapak/Ibu tentukan. Tujuannya agar soal tersebut bisa mencapai tujuannya, yaitu untuk mengukur dan menilai kompetensi siswa.
Tipsnya adalah memilih soal dengan jawaban singkat untuk pilihan ganda dan soal dengan jawaban singkat untuk essay, mengingat keduanya adalah bentuk soal yang paling umum. Untuk tipe soal lain, tinggal sesuaikan dengan masing-masing karakteristiknya.
6. Buat Kunci Jawaban
Selain cara membuat soal yang baik dan berkualitas, Bapak/Ibu juga perlu membuat kunci jawabannya. Hal ini agar cakupan soal tetap berada di dalam batasnya, bukan soal yang tidak bisa dikerjakan oleh guru atau tenaga pengajar. Jadi, pastikan kunci jawabannya ada.
Selain untuk memastikan bahwa Bapak/Ibu juga bisa mengerjakan soalnya, kunci jawaban juga berfungsi sebagai panduan penilaian yang objektif. Bapak/Ibu juga bisa memeriksa hasil ujian dengan lebih cepat dengan cara melihatnya langsung di kunci jawaban.
7. Baca Ulang dan Evaluasi
Apabila sudah selesai membuat kunci jawaban, bukan berarti tugas Bapak/Ibu dalam membuat soal selesai begitu saja. Bapak/Ibu juga harus memastikan jika tidak ada kesalahan selama pembuatannya. Caranya dengan membaca ulang soal dan mengevaluasinya.
Ada beberapa kesalahan yang perlu Bapak/Ibu hindari, mulai dari kesalahan konsep soal, kesalahan ketik atau typo, hingga kesalahan konsep. Jika ada yang kurang tepat, segera perbaiki. Ulangi beberapa kali hingga yakin tidak ada kesalahan lagi.
Cara yang Lebih Mudah dan Efisien dalam Membuat Soal yang Baik dan Berkualitas
Apabila Bapak/Ibu mencari cara membuat soal di hp yang lebih mudah dan efisien, maka jangan ragu untuk melibatkan teknologi terbaru. Contohnya dengan menggunakan aplikasi Ujian Sekolah dari UjianSekolah.id, mengingat ada fitur bank soal berkualitas.
Aplikasi untuk bikin soal ini bisa guru dan tenaga pengajar manfaatkan untuk melihat bank soal dan mencari inspirasi soal dari sana. Tidak hanya itu saja, manajemen ujian pun akan terasa lebih mudah dan efisien dengan memakai aplikasi Ujian Sekolah.
Selain membuat soal, Bapak/Ibu juga bisa melaksanakan ujian di aplikasi ini. Sebab, sudah ada fitur yang menyediakan berbagai jenis ujian berbasis digital untuk siswa. Jadi, Bapak/Ibu tidak perlu lagi repot membuat soal di Google Form karena sudah ada di sini.
Aplikasi ini lebih aman daripada Google Form karena ada sistem anti-curang, sehingga siswa bisa mengerjakan semua soal sendiri sesuai kemampuan. Hal ini sangat membantu agar hasil ujian lebih akurat merefleksikan tingkat kompetensi siswa.
Setelah ujian selesai, Bapak/Ibu bisa langsung melihat hasilnya tanpa harus ribet memeriksanya satu per satu, terutama untuk pilihan ganda. Pasalnya, di aplikasi Ujian Sekolah dari UjianSekolah.id sudah ada fitur koreksi otomatis.
Penutup
Kini sudah ada cara membuat soal yang baik dan berkualitas dengan lebih efektif dengan bantuan aplikasi Ujian Sekolah dari UjianSekolah.id. Bila sekolah ingin membuat efektivitas guru saat melaksanakan ujian meningkat, mulai memanfaatkan aplikasi Ujian Sekolah.