Sejak tahun 2019, pemerintah mulai memperkenalkan jenis soal baru bernama soal HOTS. Meski eksistensinya sudah ada sejak lama, tapi masih ada yang belum memahami bagaimana cara membuatnya. Bahkan, ada beberapa yang belum tahu pengertiannya.
Padahal, peran soal jenis ini sangat penting dalam ujian, terutama untuk memasuki perguruan tinggi melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Jadi, siswa harus bisa mengerjakannya sebelum seleksi, bisa diterapkan dari jenjang sekolah dasar dan menengah.
Baca Juga :
Aplikasi Ujian Online Indonesia Cocok Untuk Semua Jenjang
Pengertian HOTS
Pertama-tama, Bapak/Ibu harus tahu dulu HOTS singkatan dari apa, yaitu Higher Order Thinking Skills. Jika dalam bahasa Indonesia, namanya adalah Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Jadi siswa akan dituntut untuk memahami, bukan sekadar menghafal.
Sebenarnya, meski sistem pendidikan Indonesia baru menerapkan HOTS di tahun 2019, eksistensinya sudah ada sejak tahun 1956. Bapak/Ibu bisa menemukan konsep utamanya di buku bernama Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals.
Sang penulis buku, Benjamin S. Bloom, menjabarkan tingkatan pemikiran dari yang paling rendah ke yang paling tinggi. Kategori rendah adalah LOTS (Lower Order Thinking Skills) dan kategori tinggi adalah HOTS (Higher Order Thinking Skills).
LOTS hanya terfokus pada mengingat (remember), memahami (understand), dan menerapkan (apply). Sedangkan HOTS lebih fokus pada menganalisa (analyze), mengevaluasi (evaluate), dan menciptakan (create). Itulah perbedaan antara LOTS dan HOTS.
Baca Juga :
UjianSekolah.id Aplikasi Ujian Online Murah Cepat dan Aman
Fungsi HOTS
Ada banyak alasan mengapa harus soal HOTS. Tapi, fungsi yang paling utama adalah untuk mendorong siswa untuk memahami konsep ilmu yang sedang dipelajari secara, keseluruhan mengingat menghafal saja tidak akan cukup untuk belajar.
Selain itu, dengan mempelajari contoh soal HOTS, siswa juga bisa belajar untuk menganalisis masalah dengan lebih baik dan meningkatkan kreativitas dari para siswa. Penalaran siswa juga bisa lebih terlatih dan dapat terbawa ke kehidupan sehari-hari.
Baca Juga :
Apakah CBT Bisa Mendeteksi Kecurangan Ujian Online?
Cara Membuat Soal HOTS
Karena fungsinya yang sangat vital dalam pembelajaran, Bapak/Ibu perlu tahu bagaimana cara membuat soal HOTS dengan mudah dan cepat. Hal ini karena banyak tenaga pengajar merasa kesulitan untuk membuat soal ujian dengan bobot khas HOTS.
Karena itu, berikut adalah tips yang bisa Bapak/Ibu terapkan saat membuat soal dengan indikator HOTS!
1. Menganalisis Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Sebagai langkah pertama, Bapak/Ibu perlu menganalisis kompetensi dasar dulu agar mengetahui di mana batasan materi yang bisa disulap jadi soal. Pasalnya, meski tipe soal ini lebih sulit dari soal lain, namun Bapak/Ibu tetap tidak boleh melewati batas KD.
Jika KD sudah ada, tinggal tentukan indikator apa saja yang akan Bapak/Ibu gunakan sebagai penilaian pencapaian kompetensi. Hal ini penting karena tidak semua materi atau mata pelajaran punya indikator pencapaian kompetensi yang sama.
2. Membuat Kisi-Kisi
Setelah berhasil membuat KD dan IPK, langkah berikutnya adalah membuat kisi-kisi soal HOTS berdasarkan hasil analisis tadi. Tanpa kisi-kisi, proses pembuatan soal akan sangat sulit, mengingat fungsinya sebagai acuan materi soal ujian.
Hal ini berlaku untuk pembuatan soal HOTS SD, SMP, SMK, SMA, dan jenjang pendidikan lainnya. Jika bingung harus memilih materi yang mana dalam kisi-kisi, coba urutkan sesuai dengan urgensi, kontinuitas, relevansi, serta keterpakaian materi.
3. Buat Soal dan Analisis
Apabila Bapak/Ibu sudah menentukan kisi-kisi, maka langkah selanjutnya tinggal membuat soal sesuai dengan acuan tadi. Hanya saja, bentuk dan mutu soalnya memang berbeda dengan soal lain pada umumnya, karena lebih susah dan lebih kompleks.
Tipsnya adalah membuat memberikan banyak stimulus di dalam soal, seperti deskripsi, cerita, gambar, grafik, tabel, dan lain-lain. Supaya siswa bisa menganalisis soal dengan lebih mudah, usahakan untuk memilih stimulus yang dekat dengan aktivitas harian.
Dorong siswa untuk membuat kreasi atau gagasan baru, mengingat tujuan utama pembuatan soal adalah untuk mendongkrak skill analisis dan evaluasi siswa. Jadi jangan hanya meminta definisi yang sesuai dengan pengertian yang ada ada di dalam buku.
Setelah selesai membuat soal, jangan berhenti begitu saja mengingat Bapak/Ibu perlu menganalisis setiap butirnya. Jangan hanya meminta siswa untuk mengerjakan soal dengan baik, namun pastikan bahwa Bapak/Ibu juga menyusun soal dengan sama baiknya.
Baca Juga :
Manfaat Ujian Online untuk Efisiensi Sekolah
Alternatif Pembuatan Soal yang Lebih Mudah
Karena prosesnya yang cukup sulit dan panjang, tidak sedikit tenaga pengajar yang mencari alternatif lainnya. Bapak/Ibu bisa mendapatkan kemudahan tersebut melalui aplikasi ujian, terutama yang sudah pasti terpercaya seperti aplikasi ujian dari UjianSekolah.id.
Hal ini karena aplikasi tersebut sudah menyediakan bank soal, sehingga proses pembuatan soal jadi lebih cepat dan mudah. Bukan hanya untuk soal biasa dalam level LOTS saja, namun juga untuk soal dengan tingkat tinggi di dalam level HOTS.
Selain bisa membantu dalam proses pembuatan soal, aplikasi ini juga dapat membantu dalam proses pengelolaan atau manajemen soal. Bapak/Ibu bisa langsung menambahkan soal, meminta siswa untuk menjawab, dan mengevaluasinya di satu aplikasi saja.
Bahkan, Bapak/Ibu juga bisa memonitor proses ujian untuk mencegah ada siswa yang melihat contekan atau melakukan kecurangan lain. Jadi, proses ujian tidak hanya terasa lebih mudah, tapi juga lebih aman karena bebas dari berbagai jenis kecurangan.
Baca Juga :
Butuh CBT Online untuk Sekolah? Cek Harga Terbaik Kami!
Penutup
Kehadiran soal HOTS telah membawa banyak manfaat positif bagi siswa. Jadi, guru dan tenaga pengajar lain perlu lebih sering menerapkan soal jenis ini di dalam ujian. Bagi sekolah yang ingin membuat proses ujian lebih mudah, bisa gunakan UjianSekolah.id.
Leave your thought here
Your email address will not be published. Required fields are marked *