Menjelang simulasi ujian CBT yang berlangsung di sekolah, cukup banyak peserta yang masih bingung tentang perbedaan CBT dan PBT. Dari segi penamaan, kedua sistem ujian ini memang terkesan mirip.
Pada dasarnya, CBT dan PBT adalah dua sistem ujian yang umum dilaksanakan di Indonesia. Meski memiliki penyebutan nama yang mirip, kedua sistem ujian ini punya mekanisme yang berbeda jauh. Simak penjelasan di bawah ini agar lebih memahami perbedaannya!
Baca Juga :
Aplikasi Ujian Online Indonesia Cocok Untuk Semua Jenjang
5 Perbedaan CBT dan PBT
Dari beberapa aspek, perbedaan CBT dan PBT sangatlah terlihat. Perbedaan keduanya tidak hanya terletak pada media pelaksanaan ujiannya saja. Masih ada beberapa aspek pembeda lain di antara kedua sistem ujian ini.
1. Media Pelaksanaan Ujian
Beda CBT dan PBT paling awal terlihat dari media pelaksanaan ujian. CBT (Computer Based Test) merupakan sistem ujian yang menggunakan perangkat digital. Misalnya saja komputer, laptop, atau tablet.
CBT memungkinkan digitalisasi sekolah sehingga proses ujian lebih efisien. Seluruh proses ujian sudah dilakukan melalui aplikasi berbasis perangkat digital. Butuh ketersediaan jaringan lokal atau internet agar pelaksanaan ujian CBT berlangsung lancar dan lebih optimal.
Berbeda dengan CBT, PBT (Paper Based Test) menggunakan media kertas sebagai sarana utama pelaksanaan ujian. Peserta ujian akan mengerjakan soal dan menuliskan jawaban pada lembar kertas khusus.
2. Efisiensi Waktu, Tenaga, dan Biaya
Memahami perbedaan CBT dan PBT memang penting bagi peserta ujian maupun pihak sekolah. Pasalnya, kedua sistem ujian ini memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Dari sisi efisiensi, CBT dinilai lebih baik.
Proses distribusi soal, pengumpulan jawaban, dan penilaian berlangsung secara otomatis. Waktu yang dibutuhkan sejak pelaksanaan hingga pengumuman hasil ujian relatif lebih singkat. Panitia tidak perlu lagi mencetak, menggandakan, serta mendistribusikan soal.
Sebaliknya, sistem ujian PBT memerlukan waktu, tenaga, dan biaya yang lebih besar. Proses pencetakan soal, pengawasan manual, serta pemeriksaan hasil ujian membutuhkan banyak sumber daya.
Baca Juga :
UjianSekolah.id Aplikasi Ujian Online Murah Cepat dan Aman
3. Tingkat Penggunaan Kertas
Salah satu perbedaan PBT dan CBT yang paling mencolok adalah tingkat penggunaan kertas. Sistem ujian CBT hampir tidak memakai kertas sama sekali. Seluruh tahapan ujian sudah berlangsung secara digital.
Selain itu, sistem digital juga memudahkan penyimpanan arsip ujian. Tidak perlu menyiapkan ruang penyimpanan fisik. Pengurangan penggunaan kertas pada sistem CBT juga membantu sekolah untuk menekan biaya operasional.
Sementara itu, sistem PBT sangat bergantung pada kertas. Baik untuk soal, lembar jawaban, maupun administrasi ujian. Banyaknya penggunaan kertas dapat berdampak negatif terhadap lingkungan.
4. Mekanisme Penilaian Hasil Ujian
Perbedaan CBT dengan PBT selanjutnya terletak pada mekanisme penilaian hasil ujian. Pada sistem CBT, hasil ujian dapat diketahui dengan cepat dan akurat karena sistem sudah terprogram melakukan koreksi secara langsung.
Selain unggul dari sisi kecepatan, penilaian CBT juga lebih minim dari risiko kesalahan koreksi. Alasan inilah yang melatarbelakangi banyak sekolah mulai beralih ke sistem ujian CBT. Dengan begitu, risiko kesalahan saat mengoreksi hasil ujian menjadi lebih minim.
Berbeda dengan CBT, penilaian pada PBT berlangsung secara manual oleh guru atau panitia ujian. Prosesnya cenderung memerlukan waktu lebih lama. Untuk memaksimalkan penilaian, sekolah dapat bekerja sama dengan jasa pembuatan sistem ujian online yang aman.
5. Risiko Kesalahan Teknis dan Potensi Kecurangan
Sistem ujian CBT mempunyai risiko kesalahan teknis berupa gangguan jaringan, listrik padam, atau kerusakan perangkat. Untuk meminimalisirnya, sekolah perlu menyiapkan perencanaan teknis yang baik dan sistem cadangan memadai.
Dalam hal pencegahan kecurangan, CBT justru lebih unggul. Pasalnya, sistem mampu mengacak soal dan jawaban untuk setiap peserta. Dengan begitu, pengawasan dapat dilakukan secara digital.
Cukup beda, PBT relatif minim risiko teknis karena tidak bergantung pada teknologi. Namun, potensi kecurangan seperti menyontek atau kebocoran soal lebih sulit terkendali. Oleh sebab itu, sekolah wajib memahami bedanya CBT dan PBT sebelum mulai menerapkannya.
Baca Juga :
Butuh CBT Online untuk Sekolah? Cek Harga Terbaik Kami!
Penutup
Dari penjelasan mengenai perbedaan CBT dan PBT sebelumnya, Bapak/Ibu dapat melihat bahwa sistem ujian berbasis komputer lebih unggul. Sekolah bisa mulai beralih menggunakan sistem ujian CBT dengan memakai aplikasi UjianSekolah.id.
Leave your thought here
Your email address will not be published. Required fields are marked *