Menjelang ujian, kisi-kisi dan soal dua kata yang akan sering Bapak/Ibu dengar. Hanya saja, beberapa orang masih belum begitu paham tentang perbedaan kisi-kisi vs soal, mengingat keduanya memang terlihat serupa tapi sebenarnya sama sekali tidak sama.
Jika Bapak/Ibu bertanya-tanya apakah kisi-kisi adalah soal, maka jawabannya adalah bukan. Semua perbedaannya akan dibahas secara lengkap dan detail di sini, jadi tidak perlu khawatir karena setelah ini Bapak/Ibu bisa lebih memahami kisi-kisi dan soal.
Pengertian Kisi-Kisi dan Soal
Sebelum membahas lebih jauh tentang perbedaan kisi-kisi vs soal, Bapak/Ibu perlu memahami definisinya terlebih dulu. Keduanya saling berkaitan, sehingga bisa dibahas secara bersamaan. Hal ini karena kisi-kisi adalah panduan dan nyawa dari soal.
Lalu kira-kira, tahukah Bapak/Ibu apa pengertian dari kisi-kisi? Secara garis besar, kisi-kisi adalah panduan untuk membuat soal. Pada umumnya berbentuk tabel yang berisi matriks informasi yang berisi materi pembelajaran yang akan diujikan.
Sedangkan soal adalah pertanyaan terkait materi pembelajaran yang akan Bapak/Ibu ajukan pada siswa, biasanya dalam quiz dan ujian. Tujuan utamanya untuk menguji kemampuan siswa, apakah mereka sudah bisa memahami materi dengan benar atau malah sebaliknya.
Perbedaan Kisi-Kisi vs Soal
Berdasarkan penjelasan di atas, Baapak/Ibu pasti sudah punya gambaran tentang perbedaan kisi-kisi dan soal. Tapi supaya lebih jelas dan tidak salah paham, berikut adalah penjelasan yang lebih lengkap dan detail tentang perbedaan kedua komponen ujian tersebut!
1. Cara Membuat dan Waktu Pembuatan
Untuk memahami kisi-kisi vs soal, Bapak/Ibu perlu mengetahui bagaimana cara membuat dan waktunya pembuatan keduanya terlebih dulu. Hal ini karena perbedaannya cukup jelas jika Bapak/Ibu lihat dari mana keduanya berasal dan diciptakan.
Kisi-kisi bisa Bapak/Ibu buat dengan menganalisis kompetensi dasar (KD) dan indikator pencapaian kompetensi (IPK). Hal ini agar isinya relevan dan sesuai dengan tingkat kompetensi siswa. Pada umumnya berupa materi yang sudah diajarkan.
Sedangkan soal adalah pertanyaan yang harus Bapak/Ibu buat dengan menganalisis kisi-kisi. Artinya, Bapak/Ibu tidak bisa membuat soal di awal dan kisi-kisi di akhir. Harus selalu kisi-kisi dulu sebelum dilanjutkan dengan membuat rentetan soal ujian.
2. Fungsi dan Tujuan
Penjelasan tentang fungsi kisi-kisi soal sudah cukup jelas, yaitu sebagai panduan atau pedoman dalam pembuatan soal. Jadi, tujuan utama pembuatannya adalah agar Bapak/Ibu bisa membuat soal dengan lebih cepat dan mudah, mengingat panduannya sudah ada.
Jika bingung harus mengambil materi soal dari mana, maka kisi-kisi adalah solusi terbaiknya. Alasannya sederhana, yaitu karena kisi-kisi sudah dirancang dengan memertimbangkan banyak hal, khususnya terkait dengan analisis kompetensi dasar (KD).
Karena berfungsi sebagai pedoman, guru dan tenaga pengajar lain bisa memberikan kisi-kisi tersebut pada siswa sebelum melaksanakan ujian. Jadi siswa bisa fokus mempelajari materi-materi yang tercatat di dalam kisi-kisi karena kemungkinan akan keluar saat ujian.
Sedangkan fungsi soal adalah sebagai alat ukur untuk melihat tingkat pemahaman siswa terhadap suatu materi, apakah telah memenuhi kompetensi dasar atau belum. Tujuannya untuk menentukan apakah siswa tersebut layak untuk masuk ke tingkat selanjutnya.
Artinya, Bapak/Ibu tidak bisa membagikan soal pada siswa sebelum waktu ujian. Sifatnya rahasia dan tidak boleh bocor jika ingin hasil penilaianyang lebih akurat. Soal yang bisa dibagi hanya soal latihan saja, bukan soal untuk sesi ujian yang akan datang.
3. Format
Perbedaan kisi-kisi vs soal yang lain bisa Bapak/Ibu lihat pada formatnya. Hal ini karena format kisi-kisi berupa bagan yang berisi informasi yang padat, ringkas, dan lengkap. Sementara format soal adalah pertanyaan, bisa berupa pilihan ganda atau essay.
Menariknya, ada beberapa komponen kisi-kisi soal yang wajib ada di dalamnya, seperti kompetensi dasar, indikator soal, materi, level kognitif, dan bentuk soal. Khusus untuk kisi-kisi untuk siswa, hanya perlu kompetensi dasar, indikator soal, dan materi saja.
Cara Mudah Membuat Kisi-Kisi dan Soal dengan Sistem Baru yang Lebih Efisien
Setelah memahami hal apa saja yang membedakan kisi-kisi vs soal, kini saatnya untuk mencari tahu cara membuatnya. Pasalnya, kini sudah cara membuat kisi-kisi soal yang lebih cepat dan mudah dan cepat.
Caranya adalah dengan memakai aplikasi ujian sekolah, mengingat ada fitur bank soal yang bisa sangat membantu proses pembuatan keduanya. Fitur tersebut bisa Bapak/Ibu temukan jika memanfaatkan layanan terbaik aplikasi ujian sekolah dari UjianSekolah.id.
Sistem akan membantu Bapak/Ibu saat membuat soal, sehingga bisa selesai tanpa ada masalah atau hambatan yang berarti. Bahkan, Bapak/Ibu bisa membuat kisi-kisi untuk ulangan tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan, mengingat semuanya ada di sini.
Menariknya, selain manajemen nilai, Bapak/Ibu juga bisa melaksanakan ujian secara langsung di aplikasi. Tinggal bagikan tautan link pada para siswa, sehingga siswa bisa langsung mengerjakan soal secara online melalui aplikasi yang sama.
Fitur ini dapat membuat proses ujian lebih efisien karena tidak harus mengeluarkan kertas sama sekali. Bapak/Ibu pun tidak perlu khawatir karena sistemnya aman, sehingga siswa tidak bisa membuka catatan atau contekan selama proses ujian masih berlangsung.
Penutup
Perbedaan kisi-kisi vs soal memang cukup jelas, terutama dari segi cara membuat, fungsi dan tujuan, serta formatnya. Tapi kini ada sistem baru yang bisa membuat pembuatannya lebih mudah. Jika sekolah ingin mencobanya, mulai gunakan layanan UjianSekolah.id.
Leave your thought here
Your email address will not be published. Required fields are marked *